Jalan Rusak, Shock Scotterku Patah


Sudah menjadi rahasia umum masyarakat Lumajang tentang Jalan-jalan yang rusak parah. Apalagi jalan dari arah kecamatan Kunir ke Yosowilangun. Wuih... Sempat ada penanaman pohon pisang di tengah jalan. Kayak lahan pertanian yang berpindah(dari parahnya). Sebuah kritik dari rakyat untuk pemerintah yang kayaknya sudah “mati rasa” terhadap penderitaan yang dialami rakyat.

Tidak kalah dengan jalan ke Yosowilangun, jalan Tempeh-Pandanwangi juga boleh dikatakan  ‘kubangan’
yang berpindah. Disebut  seperti itu karena memang realita lapangan yang sudah banyak mata menjadi saksi dan korban dari kubangan tersebut. Apalagi jika hujan deras... begh...kayak kolam ikan. Andai boleh dibuat keramba, pasti penduduk sekitar berebutan untuk membenih ikan disana.

Jalan inilah (Tempeh-Pandanwangi) yang tiap hari  saya lewati untuk menuju Lumajang. Pelan...pelan...pelan... saat melalui ‘kubangan’ tersebut.  Saya kira tidak jauh beda dengan  makadam lah.. bahklan lebih parah.

Sore tadi, saat mau berangkat kuliah, dengan tergesa-gesa karena khawatir terlambat (memang bangunnya ke-sorean, he...), dengan tidak  ‘pelan’, gas ditarik setengah ngotot, lenggok kanan-lenggok kiri menghindari kubangan-kubangan didepan ban depan, kayak Pedrosa gitu gayaku.

Tiba-tiba karena ketidaklincahan mengendarai scotterku (nama panggilan untuk bouroq kesayanganku yang berkepala merah), akhirnya, ‘Cetat’........ suara keras yang  terdengar dari kanan belakang  scotterku. Berhenti, menepi,.. eh..eh...Shock sepedaku patah.  Hm....hm... musibah ne,.

Saya cek dan lihat, ternyata shock kirinya masih berfungsi, coba tak starter, ternyata masih bisa dipakek. Dengan berjalan setengah hati-hati, dengan ‘monoshock’ kayak sepeda matic,  akhirnya nyampek juga ke kampus, meski harus telat.

Sepanjang perjalanan hatiku cuma bisa berteriak dan bertanya : “Sampai kapan jalan-jalan Lumajang dibiarkan seperti ini? Apakah menunggu banyak jatuhnya korban sehingga naluri ‘kasihan’ penguasa itu muncul? Atau butuhkan penarikan amal jariah kepada masyarakat untuk menarik sumbangan pembenahan jalan?”



Ditulis di Pandanarum,  Jam 00.38, 26 Mei 2011 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jalan Rusak, Shock Scotterku Patah"

Posting Komentar